Mengapa kita perlu melakukan pemupukan ?

Oktober 3, 2008 at 11:44 am (Knowledge, Pupuk) (, , )

Unsur hara adalah zat-zat di alam yang diperlukan mahluk hidup dalam proses pertumbuhan dan perkembangbiakan. Unsur hara sangat dibutuhkan oleh tumbuhan untuk dapat berkembangbiak dan hidup. Unsur hara diperoleh tumbuhan melalui air (pada saat hujan untuk tumbuhan yang tidak hidup di air), udara, dan tanah sebagai media utamanya. Tentunya pengambilan unsur tersebut melalui fungsi akar, batang, dan daun. Dan sebagian besar unsur hara ini diperoleh dari tanah.

Ada 16 unsur hara yang dikenal hingga saat ini, yakni : Karbon (C), Oksigen (O), Hidrogen (H), Nitrogen (N), Phosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Sulfur (S), Besi (Fe), Mangan (Mn), Boron (B), Seng (Zn), Tembaga (Cu), Molibdenum (Mo), dan Khlor (Cl). Ketiga unsur pertama (Karbon, Oksigen, dan Hidrogen) diperoleh tumbuhan dari udara dan air. Sedangkan selebihnya diperoleh dari dalam tanah, baik dalam bentuk unsur tunggal maupun dalam bentuk senyawa gabungan. Besar kebutuhan akan hara tersebut pun untuk setiap jenis tumbuh-tumbuhan tidak sama. Demikian juga kemampuan tumbuhan dalam menyerap unsur hara tersebut.


Biasanya bibit-bibit unggul (varietas unggul) yang diperoleh dari hasil rekayasa pertanian(kawin silang, cangkok, stek, okulasi, kopulasi, hingga pemanfaatan radioaktif dan teknologi canggih lainnya) sangat rakus akan hara atau dengan kata lain sangat cepat menyerap hara dan dalam kapasitas yang cukup besar pula. Tujuan dari pembuatan bibit unggul itu saja adalah agar cepat bertumbuh, saling melengkapi kekurangan (agar rasa atau hasil sesuai dengan yang diinginkan). Sudah pasti varietas yang dihasilkan sangat mampu dan sangat cepat mengambil hara dari tanah. Sebagai contoh, tumbuhan A mempunyai keunggulan di batang namun kemampuan akar dan daunnya kurang. Sedangkan di sisi lain, tumbuhan B memiliki keunggulan di akar dan daun sedangkan di batangnya kurang kokoh. Maka jika disilang akan dihasilkan tumbuhan yang unggul di akar, batang, dan daun. Dengan demikian kemampuan menyerap hara untuk kebutuhan akar, batang, dan daun menjadi lebih besar.

Adalah merupakan salah satu kebesaran Tuhan dimana hara bisa tersedia di alam bebas sehingga tumbuh-tumbuhan bisa hidup dan berkembang dari tahun ke tahun. Melalui proses ekosistem, proses alam, dan rantai makanan, hara dibentuk dan dilepas ke tanah. Adapun proses-proses tersebut antara lain : proses dekomposer oleh bakteri/mikroba ataupun cacing dan mahluk pengurai lainnya, gejala alam hingga proses pembusukan dari mahluk hidup (hewan dan tumbuhan) yang sudah mati. Namun tidak semua daerah di dunia ini memiliki kondisi yang sama, seperti halnya perbedaan dalam curah hujan, kecenderungan cuaca/iklim, kelembaban, kualitas sinar matahari, jumlah dan variasi mahluk hidup yang ada, tingkat keasaman tanah, dan tekanan udara. Karena itulah kesuburan tanah di tiap-tiap daerah berbeda beda. Di Indonesia hampir seluruh daerah memiliki tanah yang sangat subur dengan kata lain ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuh-tumbuhan lebih dari cukup.
Pertanyaannya adalah : dengan penyerapan unsur hara yang sangat cepat dan memang dibutuhkan dalam pertanian/perkebunan, seberapa cepatkah proses alam dapat menyediakan unsur hara pengganti. Dengan kata lain, dengan eksploitasi unsur hara, tingkat kesuburan tanah menjadi turun. Untuk mengatasi atau menjaga kesuburan tanah ini, maka diperlukanlah proses pemupukan. Dengan pemupukan diharapkan dapat mempercepat pergantian unsur hara yang terserap oleh tumbuhan-tumbuhan pertanian/perkebunan tersebut.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Pupuk Hayati

Oktober 3, 2008 at 5:55 am (Knowledge, Pupuk) (, , , , , , )

Pupuk hayati biasanya disebut dengan pupuk hidup. Berbeda dengan pupuk kimia dan organik, sebenarnya pupuk hayati ini tidak bisa dikategorikan sebagai pupuk karena tidak mengandung unsure hara, melainkan mengandung mikroba hidup yang berfungsi untuk mengikat unsur hara dari tanah dan udara. Mikroba ini juga menguraikan sisa sisa mahluk hidup menjadi unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuh-tumbuhan. Lebih tepatnya, pupuk hayati ini disebut sebagai suplemen. Namun dengan melipatgandakan kuantitas, maka hasilnya bisa lebih maksimal dibandingkan dengan pupuk kimia dan organic. Hal ini disebabkan karena semakin banyak mikroba tentunya semakin cepat juga proses penguraian dan pengikatan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman.

Nama lain dari pupuk hayati ini adalah bio fertilizer alias pupuk hidup. Adapun beberapa contoh mikroba yang digunakan dalam pupuk ini antara lain : Aspergillus, Rhizobium, dan Mikoriza.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Pupuk Organik

Oktober 3, 2008 at 5:50 am (Knowledge, Pupuk) (, , , , , , )

Kompos……. Inilah nama yang lazim dipergunakan untuk pupuk organik. Dibuat secara alami dan terkadang dibantu dengan proses alam (fermentasi, pengeringan sinar matahari, dll). Sama halnya dengan pupuk kimia, pupuk organik ini pun mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuh-tumbuhan. Pupuk kompos/organik biasanya dibuat dari kotoran hewan ataupun sisa sisa tumbuhan atau mahluk hidup lainnya. Contohnya : guano (kotoran kelelawar), kompos dari kotoran sapi, kompos dari kotoran ayam, kompos dari kotoran babi.

Pupuk organik setara dengan pupuk kimia majemuk, karena mengandung beberapa unsur hara. Bahkan hara yang dikandung pupuk organik lebih lengkap/banyak daripada pupuk kimia. Orang pada umumnya membedakan pupuk ini menjadi pupuk cair dan pupuk padat. Pupuk organic cair contohnya pupuk compost tea yang terbuat dari fermentasi tumbuh-tumbuhan dan limbah cair peternakan serta ekstrak dari tumbuh-tumbuhan itu sendiri. Walaupun unsure hara yang dikandung cukup lengkap, namun kuantitasnya cukup rendah. Karena itu, biasanya pupuk ini dibutuhkan dalam jumlah yang cukup lumayan besar dan biasanya ditaburkan di seluruh permukaan lahan sebelum proses penanaman dilakukan.

                      

kompos

proses pembuatan kompos

 

 

 

 

Permalink & Komentar

Next page »